KPM STAIGO Herwanto
Keberadaan Posko KPM ( Kuliah Pengabdian Masyarakat) STAI Tanbihul Ghofilin Mantrianom Banjarnegara di Desa Kebanaran Kecamatan Mandiraja yang sedang melaksanakan tugas akademik ternyata sangat menarik perhatian anak-anak usia sekolah SD, MI, dan juga MTs. Keberadaan posko tersebut ternyata meningkatkan semangat belajar anak-anak di sekitar Posko. Banyaknya anak-anak yang datang atas inisiatif sendiri menandakan semangat belajar mereka meningkat. Mereka datang dengan membawa berbagai buku pelajaran ingin belajar di posko KPM. Mahasiswa pun dengan senang hati dan penuh semangat, dan tanggung jawab melayani minat belajar anak-anak tersebut. Mereka biasanya datang pada pukul 15.30 wib dan pulang pukul 17.00 wib dan ada juga yang datang pukul 19.30 wib sampai pukul 20.30 wib. Mereka ada yang ingin belajar mengaji, bahasa Indonesia, bahasa Inggris maupun belajar bahasa Arab serta mata pelajaran pendidikan agama Islam, bahkan belajar seni.
Mereka yang datang untuk belajar ke posko adalah siswa - siswi pada sekolah yang menjadi tempat mahasiswa membantu mengajar. Cara datangnya pun beragam, ada yang jalan kaki, naik sepeda ,dan ada juga yang diantar jemput oleh orang tuanya. Mereka selalu belajar dengan penuh semangat dan penuh suasana keakraban, baik sesama anak maupun dengan para mahasiswa.
Kuliah Pengabdian Masyarakat STAI Tanbihul Ghofilin yang diterjunkan di desa Kebanaran merupakan kelompok 3 yang beranggotakan 12 mahasiswa, terdiri dari 7 putra dan 5 putri. Kelompok KPM ini terbagi menjadi 2 Kelompok , Posko 1 untuk putri dan putra menempati Posko 2 dan berada pada tempat yang berbeda. Dalam menjalankan tugas Tridharma perguruan tinggi melalui program KPM mereka telah membuat program kerja yang dibuat berdasarkan hasil observasi yang telah dilaksanakan pada awal penerjunan ke desa Kebanaran.
Mahasiswa yang juga merupakan santri Pondok pesantren Tanbihul Ghofilin Mantrianom yang sedang melaksanakan KPM selalu penuh semangat, tanggung jawab, dedikasi tinggi dan sangat memperhatikan pesan dari Pengasuh Pondok pesantren Tanbihul Ghofilin KH. Chamzah Hasan, S.Pd.I sewaktu mereka sowan mohon doa restu dan pamitan menjelang keberangkatan tugas kuliah pengabdian masyarakat. Diantara pesan beliau adalah agar melaksanakan KPM dengan mengedepankan ahlkakul karimah , dan menjaga nama al-mamater kampus. Menjaga al-mamater itu berwujud tindakan dan pengamalan terhadap disiplin ilmu yang sudah didapatkan selama menjalani kuliah di STAI Tanbihul Ghofilin. Menurut beliau, kehadiran mahasiswa di tempat KPM diharapkan mampu menjadi teladan yang baik. Bentuknya melalui pendampingan dan inovasi yang bisa dikembangkan dan dijalankan di Desa. Pendampingan kepada masyarakat membutuhkan aksi nyata, bukan hanya sekedar konsep apalagi wacana. STAI Tanbihul Ghofilin Mantrianom merupakan perguruan tinggi yang berbasis Pondok Pesantren, maka para mahasiswanya juga harus mengamalkan nilai-nilai kepesantrenan di masyarakat.