Indonesia memiliki kekayaan dan keanekaragaman budaya diantaranya seni musik. Seni karawitan ( gamelan ) merupakan salah satu budaya yang sangat menonjol dan merupakan warisan budaya dari dulu yang mempunyai nilai historis dan filosofis, dan seni karawitan yang merupakan alat musik asli Indonesia telah diakui oleh badan PBB untuk keilmuan, pendidikan dan kebudayaan UNESCO ( United Nations and Educational, Scientific and Cultural Organization ). Penetapan gamelan sebagai Warisan Budaya Tak benda ( WBTb ) dilakukan oleh Komite Konvensi Warisan Budaya Tak Benda/WBTB (Intangible Cultural Heritage/ICH) UNESCO.
Gamelan merupakan alat musik yang digunakan dalam seni karawitan. Gamelan dibagi menjadi dua ,yaitu gamelan Pakurmatan dan gamelan Ageng. Gamelan Ageng yaitu gamelan yang paling lengkap. Seni musik ini mempunyai dua Laras atau dalam istilah musik modern disebut tangga nada, yaitu laras slendro dan pelog. Gamelan terdiri dari alat musik pukul, yaitu : bonang barung, bonang, penerus, slenthem, demung, saron, peking, gender barung, gender, penerus, gambang, kempul/ gong, kenong dan kendang. Tetapi ada juga jenis alat musik lain, misalnya alat musik gesek (rebab), alat musik petik (siter).
Desa Kebanaran merupakan desa yang memiliki banyak seniman tradisional yang aktif dan profesional yang ikut dalang kondang seperti dalang Ki Kukuh Bayu Aji, Ki Enthus Susmono, dan dalang Ki Bima Setya Aji. Bahkan desa Kebanaran ada dalang Ki Sardjo Siswocarito yang termasuk untuk dalang ruwat, dan perlu diketahui untuk dalang ruwat harus ada trah. Upaya melestarikan dan memelihara budaya seni karawitan oleh desa Kebanaran diwujudkan dengan mendukung penuh kegiatan kesenian karawitan yang ada di desa Kebanaran dan dibentuknya grup seni karawitan yang diberi nama Krida Budaya.
Kelompok karawitan ini dibentuk pada tahun 2016 ketika Bapak Cipto Wardoyo seniman budaya tradisional asal desa Kebanaran menjadi anggota seksi seni budaya LP3M ( Lembaga Perencanaan, Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat ) desa Kebanaran. Seiring dengan tingginya dorongan dan minat masyarakat agar dibentuk kelompok seni karawitan, maka Pemerintah desa Kebanaran membelikan perangkat gamelan pada tahun 2016. Maka sejak pemberian gamelan tersebut dibentuklah kelompok seni karawitan Krida Budaya dengan Pembina Kepala desa. Berikut nama seniman karawitan desa Kebanaran dan instrumen yang dimainkan yaitu Pak Cipto Wardoyo ( demung 1), Pak Tinggal ( kempul ), Pak Andi sarpun ( Bonang gede ), Pak Rudi ( saron 1 ), Pak Dali ( kendang ), Pak Sarwono ( kenong ), Pak Sarjo ( saron 2 ), Pak Samsul Hidayat ( demung 3 ), Pak Amir ( slentem ), dan Ibu Tuliyah ( Sinden ). Grup karawitan Krida Budaya merupakan kelompok orang tua yang terdiri sampai 14 orang. Mereka berlatih Gending sejenis ladrang , polang , ketawang, Gending gedhe. Terdapat juga pecinta seni karawitan dari kelompok anak - anak yang terdiri dari siswa - siswi kelas 4 SDN 1 Kebanaran sejumlah 16 anak. Mereka berlatih karawitan dasar untuk dilanjutkan ke jenjang berikutnya. Ekstrakurikuler karawitan merupakan wadah mereka belajar dengan pelatih bapak Tinggal Supriyanto seniman asli dari desa Kebanaran putranya dalang Ki Kasum. Aula SDN 1 Kebanaran menjadi tempat berlatih para pecinta seni karawitan tersebut. Jadwal latihan karawitan bagi siswa - siswi SD adalah setiap hari Selasa dan Kamis pukul 13 .30 wib dan jadwal latihan bagi orang tua pada malam Sabtu jam 20.00 wib.
Apresiasi dan cinta terhadap seni budaya leluhur perlu diwujudkan dengan upaya mengembangkan disertai upaya pelestariannya, mengingat budaya juga merupakan kekuatan sebuah Bangsa.