You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Kebanaran
Desa Kebanaran

Kec. Mandiraja, Kab. Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah

Bagi warga yang akan mengurus dokumen kependudukan untuk membawa e-KTP, KK dan Surat Pengantar dari RT RW setempat.

Desa Kebanaran Mandiraja Lestarikan Warisan Budaya Leluhur Seni Karawitan

Administrator 17 Februari 2023 Dibaca 274 Kali
Desa Kebanaran Mandiraja Lestarikan Warisan Budaya Leluhur Seni Karawitan

Indonesia memiliki kekayaan dan keanekaragaman budaya  diantaranya seni musik. Seni karawitan ( gamelan )  merupakan salah satu budaya yang sangat menonjol dan merupakan warisan budaya dari dulu yang mempunyai nilai historis dan filosofis, dan seni karawitan yang merupakan alat musik asli Indonesia telah diakui oleh badan PBB untuk keilmuan, pendidikan dan kebudayaan UNESCO ( United Nations and Educational, Scientific and Cultural Organization ). Penetapan gamelan sebagai Warisan Budaya Tak benda (  WBTb ) dilakukan oleh Komite Konvensi Warisan Budaya Tak Benda/WBTB (Intangible Cultural Heritage/ICH) UNESCO.

Gamelan merupakan alat musik  yang digunakan dalam seni karawitan. Gamelan dibagi menjadi dua ,yaitu gamelan Pakurmatan dan gamelan Ageng. Gamelan Ageng yaitu gamelan yang paling lengkap. Seni musik ini mempunyai dua Laras atau dalam istilah musik modern disebut tangga nada, yaitu laras slendro dan pelog. Gamelan terdiri dari alat musik pukul, yaitu : bonang barung, bonang, penerus, slenthem, demung, saron, peking, gender barung, gender, penerus, gambang, kempul/ gong, kenong dan kendang. Tetapi ada juga jenis alat musik lain, misalnya alat musik gesek (rebab), alat musik petik (siter).

Desa Kebanaran merupakan desa yang memiliki banyak seniman tradisional yang aktif dan profesional  yang ikut dalang kondang seperti dalang Ki Kukuh Bayu Aji, Ki Enthus Susmono, dan dalang Ki Bima Setya Aji. Bahkan desa Kebanaran ada dalang Ki Sardjo Siswocarito  yang termasuk untuk dalang ruwat, dan perlu diketahui untuk dalang  ruwat harus ada trah. Upaya melestarikan dan memelihara budaya seni karawitan oleh desa Kebanaran diwujudkan dengan mendukung penuh kegiatan kesenian karawitan yang ada di desa Kebanaran dan dibentuknya grup seni karawitan yang diberi nama Krida Budaya.

Kelompok karawitan ini dibentuk pada tahun 2016 ketika Bapak Cipto Wardoyo seniman budaya tradisional asal desa Kebanaran menjadi anggota seksi seni budaya LP3M ( Lembaga Perencanaan, Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat ) desa Kebanaran. Seiring dengan tingginya dorongan dan minat masyarakat agar dibentuk kelompok seni karawitan, maka Pemerintah desa Kebanaran membelikan  perangkat gamelan pada tahun 2016. Maka sejak pemberian gamelan tersebut dibentuklah kelompok seni karawitan Krida Budaya dengan Pembina Kepala desa. Berikut nama seniman karawitan desa Kebanaran dan instrumen yang dimainkan yaitu Pak Cipto Wardoyo ( demung 1),  Pak Tinggal ( kempul ), Pak Andi sarpun ( Bonang gede ), Pak Rudi ( saron 1 ), Pak Dali ( kendang ), Pak Sarwono ( kenong ), Pak Sarjo ( saron 2 ), Pak Samsul Hidayat ( demung 3 ), Pak Amir ( slentem ), dan Ibu Tuliyah ( Sinden ). Grup karawitan Krida Budaya merupakan kelompok orang tua yang  terdiri sampai  14 orang. Mereka berlatih Gending sejenis ladrang , polang , ketawang, Gending gedhe. Terdapat juga pecinta seni karawitan dari kelompok anak - anak yang terdiri dari siswa - siswi kelas 4  SDN 1 Kebanaran sejumlah 16 anak. Mereka berlatih karawitan dasar untuk dilanjutkan ke jenjang berikutnya. Ekstrakurikuler karawitan merupakan wadah mereka belajar dengan pelatih bapak  Tinggal Supriyanto seniman  asli dari desa Kebanaran putranya dalang  Ki Kasum. Aula SDN 1 Kebanaran menjadi tempat berlatih para pecinta seni karawitan tersebut. Jadwal latihan karawitan bagi siswa - siswi SD adalah setiap hari Selasa dan Kamis pukul 13 .30 wib dan jadwal latihan bagi  orang tua pada  malam Sabtu jam 20.00 wib.

Apresiasi dan cinta  terhadap seni budaya leluhur perlu diwujudkan dengan upaya mengembangkan disertai upaya pelestariannya, mengingat budaya juga merupakan kekuatan sebuah Bangsa.

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2025 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp1,733,359,369 Rp2,550,596,000
67.96%
Belanja
Rp1,313,144,548 Rp2,420,858,884
54.24%
Pembiayaan
Rp373,918,884 Rp392,798,884
95.19%

APBDes 2025 Pendapatan

Hasil Aset Desa
Rp137,000,000 Rp615,800,000
22.25%
Dana Desa
Rp868,864,600 Rp1,164,712,000
74.6%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp81,845,000 Rp81,845,000
100%
Alokasi Dana Desa
Rp427,074,918 Rp470,186,000
90.83%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp100,000,000 Rp100,000,000
100%
Bantuan Keuangan Kabupaten/kota
Rp100,000,000 Rp100,000,000
100%
Penerimaan Dari Hasil Kerjasama Antar Desa
Rp14,553,000 Rp14,553,000
100%
Bunga Bank
Rp4,021,851 Rp3,500,000
114.91%

APBDes 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp525,990,058 Rp1,208,744,171
43.52%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp628,211,200 Rp995,543,200
63.1%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan
Rp28,832,000 Rp49,766,000
57.94%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Rp49,361,290 Rp70,448,800
70.07%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp80,750,000 Rp96,356,713
83.8%