Kaligrafi merupakan seni Islam yang dihasilkan murni oleh orang Islam sendiri, dan juga sebagai seni menulis indah dengan pena sebagai hiasan. Seni kaligrafi di Nusantara diketahui sejak abad ke 11, Hal itu berdasarkan penemuan makam Fatimah binti Maimun, Nisan Fatimah tertulis aksara arab dengan tahun 1082 M. Kaligrafi dikenal sebagai salah satu warisan Islam dalam sektor seni budaya, dan dalam bahasa Arab disebut dengan Khat yang bermakna tulisan indah. Selain kaligrafi perkembangan kesenian Islam juga ada seni musik Islam yaitu rebana. Dalam Islam rebana bukan hanya sebatas hiburan atau alat permainan semata. Alat musik ini sering diselaraskan dengan kebudayaan Islam, Bahkan rebana pada jaman dahulu menjadi media dakwah dalam menyampaikan agama Islam.
Seni kaligrafi Islam dan rebana bisa menjadi sarana untuk menebar nilai islami melalui seni, Sehingga mahasiswa STAI ( Sekolah Tinggi Agama Islam ) Tanbihul Ghofilin Mantrianom Banjarnegara yang sedang melaksanakan KPM ( Kuliah Pengabdian Masyarakat ) di desa Kebanaran dengan cara mengajarkan seni kaligrafi dan rebana melalui kegiatan ekstrakurikuler di MI Ma'arif Kebanaran. Hal ini didasarkan pada keberadaan MI Ma'arif Kebanaran sebagai lembaga pendidikan keagamaan serta tingginya minat siswanya pada pendidikan agama dan seni budayanya. Program mengajar kaligrafi dan rebana merupakan bagian dari pelaksanaan program kerja KPM di bidang pendidikan keagamaan seni dan budaya. Hal ini dilaksanakan setelah koordinasi dan mendapatkan ijin dari Kepala Sekolah MI Ma'arif Kebanaran ibu Siti Tunjiyah, S.Pd.I. beliau memberikan kesempatan seluas - luasnya kepada mahasiswa KPM STAI Tanbihul Ghofilin untuk mengajarkan ilmu - ilmu yang bermanfaat terhadap anak didiknya. Setelah itu mahasiswa mulai mengatur jadwal pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler kaligrafi dan rebana, pelatihan seni kaligrafi dan rebana disambut dengan baik oleh siswa dan mereka selalu penuh semangat untuk belajar.
Kesenian rebana merupakan seni islami yang masih dilestarikan sampai sekarang. Seni musik ini tersebar ke berbagai wilayah Indonesia, bahkan di beberapa daerah kesenian rebana dikenal dengan istilah kesenian hadroh atau kesenian terbang. Memainkan rebana juga bisa untuk sambil belajar mengaji, mengasah daya ingat dan konsentrasi setiap pemainnya. Sedangkan seni kaligrafi mempunyai tujuan dan fungsi untuk mengagungkan nama Tuhan sehingga kaligrafi menjadi seni yang tidak lepas dari unsur ibadah dan dakwah
Kegiatan ekstrakurikuler rebbana diajarkan 4 kali dalam satu minggu dengan durasi kurang lebih 1,5 jam dan diikuti oleh kurang lebih 15 siswa. Sedangkan untuk seni kaligrafi diajarkan 2 kali dalam satu minggu dengan durasi 1,5 jam diikuti oleh 13 siswa - siswi.
Dengan belajar kaligrafi dan rebana , siswa diharapkan memahami dan mencintai budaya Islam sehingga akan tercipta generasi yang islami serta menjadi generasi yang kelak akan menjadi penerus agama Islam termasuk unsur seni dan budayanya. Implementasi Tridharma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan, pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat terus dilakukan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam Tanbihul Ghofilin Mantrianom.